Secangkir Wifi Kampus

Happy blogging gaes..
Suasana kota Palembang saat ini cukup dingin nih. Akhir-akhir ini kota Palembang selalu dilanda hujan, mungkin sudah masuk musim hujan kali yak. Hmm, musim hujan itu berarti aku harus mencuci motor hampir setiap hari nya. Jangan tanya kenapa!! 

Lupakan masalah mencuci motor,
sekarang aku sedang duduk santai di gedung Universitas Bina Darma lantai dua, duduk manis di depan layar kaca yang selalu menemani hari hari ku, baik itu disaat senang maupun sedih.. hahaha mulai gaje *artikan sendiri*. Sudah lama tidak menulis membuat ku kaku akan kata kata, jadi maafkan jika kalian menjadi nganeh ketika membaca nya. 

Duduk manis di depan layar kaca (laptop), di meja stand LDK Al Qorib Bina Darma menunggu teman teman yang mau bergabung bersama kami. Bertemankan kopi panas disuasana kota Palembang yang sedang diguyur hujan deras sungguh terasa nikmat hidup ini, hanya saja kurang pisang goreng. 

Fasilitas wifi gratis yang terpasang di kampus tercinta ku ini, menambah kemalasan ku untuk pulang ke rumah. Tapi bukan berarti aku ga pulang kerumah ya. Dan tidak menutup pikiran ku untuk melupakan sholat ya. :D

Gaes, sedikit tips nih bagi kalian yang kampus nya ada wifi gratis.

  1. Manfaatkan wifi gratis untuk menjelajahi dunia maya (internet), tapi bukan berarti kalian hanya membuka facebook atau hanya bermain media sosial saja. 
  2. Gunakan wifi gratis secara bijak!! Mungkin bisa untuk mencari referensi guna menyelesaikan tugas.
  3. Jika kalian ga ada uang buat beli buku, maka wifi gratis bisa dimanfaatkan untuk mencari buku online, lalu baca dah sepuasnya. Semoga ilmu nya berkah. :)
  4. Jangan buka situs yang macam macam. Karena ip address laptop kalian akan terdeteksi oleh penyedia wifi gratis, apalagi itu fasilitas kampus. Bahaya tuh :D
  5. Cari sendiri deh, apa yang sebaiknya kita lakukan ketika ada wifi gratis. Jika sudah dapat, silahkan tuliskan dikolom komentar dibawah!! :3
Ingat, kalian dilihat dari apa history browsing kalian. Setidaknya itu yang dikatakan teman ku. Ga percaya? buktikan aj sendiri! Atau mungkin kalian mempunyai istilah kalian masing masing? Maukan berbagi cerita? Silahkan tulis dikolom komentar dibawah! :p

Berhubung baterai laptop sudah mulai melemah, lebih baik aku akhiri postingan kali ini. Daripada nanti nya ga sempat posting dan kalian ga bisa baca, kan kasian kalian gitu. Sekali lagi happy blogginh sobat.

Wassalammu'alaikum...



»»  

Konstruksi Ramah Gempa

Hai... Happy blogging sobat.
Membuka memori duka 26 Desember 2004, Indonesia terluka. Sepuluh tahun silam gempa diiringi tsunami memporak-porandakan Aceh. Berada di lingkaran Cincin Api Pasifik menjadikan tanah air kita rawan gempa. Kondisi geografis ini memang tak bisa disalahkan, lalu apa yang bisa kita lakukan?

Sedikit berbagi pengalaman nih, kemarin saya berjumpa dengan teman lama. Sekarang dia sedang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia, dengan jurusan Teknik Arsitektur. Dari pertemuan itu, kami sedikit menyinggung masalah Konstruksi Ramah Gempa. Apa dan bagaimana penerapan konstruksi ramah gempa di daerah rawan gempa serta manfaat dari penerapan konstruksi ramah gempa tersebut. Nah, pada artikel ini kita akan membahas sedikit tentang Konstruksi Ramah Gempa.

Apa itu Konstruksi Ramah Gempa?
Mendengar kata Konstruksi, Ramah atau gempa, bahkan keseluruhannya mungkin akan memunculkan pertanyaan "Apa itu konstruksi ramah gempa?" dalam benak kalian. Banyak definisi yang akan kalian temukan di internet, ntah itu google, wikipedia ataupun situs lainnya bahkan mungkin kalian akan temukan di buku.

Konstruksi Ramah Gempa harus mempunyai kualitas yang baik, karena hendaknya tidak hanya dibangun di daerah rawan gempa. Kematian yang diakibatkan oleh gempa kebanyakan karena bahan bangunan atau konstruksi bangunan yang tidak memenuhi standar baku pembangunan. Cacat dan luka parah tertimpah bahan bangunan menambah deretan korban gempa. Setidaknya itu yang dikatakan temanku.

Ada kalimat yang menarik perhatianku, ntah siapa yang mengungkapkannya. "Earhquake did not kill people, but the bad building did it". Dimana bila diartikan dalam bahasa Indonesia "Gempa bukan bencana yang mematikan, tapi bangunan yang buruklah yang membunuh manusia."

Kalimat diatas ada benarnya juga. Data terakhir menunjukkan bahwa rata-rata setiap tahun ada 10 gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan yang cukup besar di Indonesia. Hal ini memberitahukan bahwa perlu adanya suatu perlindungan untuk mengurangi angka kematian penduduk dan kerusakan berat akibat goncangan gempa tersebut. Dengan menggunakan prinsip teknik yang benar, detail konstruksi yang baik dan praktis. Maka kemungkinan akan kerugian atas harta benda dan jiwa manusia (saudara kita) dapat dikurangi. Hmm, semakin menarik pembahasan kami dikala kopi pesanan telah hadir menemani sore hari yang dingin.

Terus bagaimana konstruksi ramah gempa itu sendiri?
Konstruksi ramah gempa harusyang dapat bertahan dari keruntuhan akibat getaran gempa, serta memiliki ke-fleksibilitas yang dapat meredam getaran tersebut. Pada dasarnya, semua itu harus memiliki struktur dan fleksibilitas peredaman yang baik.

Dilihat dari data terbaru BMKG, gempa masih terus terjadi di Indonesia baik itu sekala kecil maupun besar. Terlepas gempa bumi adalah takdir Allah SWT, namun kebanyakan korban manusia bukanlah akibat langsung dari kejadian gempa itu sendiri, melainkan akibat dari keruntuhan bangunan buatan manusia itu sendiri. Hal ini menjadikan pekerjaan rumah bagi gedung gedung tinggi tepatnya sang "profesor bangunan" (yang bertanggungjawab atas bangunan itu).

Pada 3 tahun yang lalu, Maret 2011 National Geographic Indonesia sudah menuliskan artikel mengenai Konstruksi Sarang Laba-laba (KSLL) yang mana telah terbukti dalam gempa di Aceh dan Padang dengan tak mengalami kerusakan. Di Aceh dan Padang, KSLL telah diterapkan untuk bangunan bertingkat dan tidak bertingkat. Teknologi juga terus dikembangkan dan akan digunakan untuk konstruksi bandara dan jalan. Sumber National Geographic.

Konstruksi Sarang Laba-laba adalah salah satu teknologi pondasi ramah gempa yang diciptakan putra Indonesia. KSLL termasuk ke dalam kelompok pondasi dangkal, mengingat ada juga teknologi bangunan yang menggunakan pondasi dalam; kata ahli bangunan ramah gempa Antonius Budiono.

Bagaimana, sampai disini cukup menarik bukan pembahasan kita kali ini?
ohya gaes, kata si Ari teman diskusiku kali ini. "Pengetahuan umum tentang teknik gempa seharusnya bisa menjadi mata kuliah wajib di seluruh Universitas Indonesia" apa kalian setuju gaes?? Katanya itu karena hampir seluruh wilayah negara kita tidak terlepas dari wilayah rawan gempa.

Menurut aku, itu ide cukup baik untuk direalisasikan. Tapi perlu dipertimbangkan dan didiskusikan kembali kepihak terkait, karena tidak semua mahasiswa mau menerimanya. Dan tidak semua mata kuliah berkaitan dengan prinsip gempa. Ya sudahlah, suara adzan magrib telah terdengar jelas di telingan kami. Itu berarti kami harus berpisah, dengan sebelumnya sholat berjamaah.

Pertemuan dan diskusi yang menyenangkan. Walaupun masih banyak yang ingin aku tanyakan pada nya tentang konstruksi ramah gempa.

Terakhir, aku berharap akan banyak terlahir profesor-profesor bangunan, khususnya anak muda yang lebih memperhatikan konstruksi yang ramah gempa. Sehingga bisa mengurangi dampak atau korban jiwa ketika terjadinya gempa.

#AKUPEDULIGEMPA

---------------------------------------------------------------------------------------------------------

*Artikel ini diikutsertakan dalam kontes blog
*Memorial 1 Dekade Tsunami Aceh

*klik Catatan Blog untuk melihat catatan yang lain
»»  

Berita (Kenaikan BBM) Kepada Kawan

"Sesungguhnya Allah adalah dzat yang menetapkan harga, yang menyempitkan dan melapangkan rezeki, Sang Pemberi Rezeki. Sementara aku berharap bisa berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntutku disebabkan kezaliman dalam urusan darah maupun harta." (HR. Ahmad 12591, Abu Daud 3451, Turmudzi 1314, Ibnu Majah 2200, dan dishahihkan Al-Albani).

Assalamu'alaikum kawan,
Beberapa hari yang lalu, secara resmi dan dadakan, Pemerintahan Joko Widodo telah mengumumkan kenaikan harga BBM (Penghapusan subsidi pada BBM). Dengan kebijakan ini (Kenaikan BBM), biasanya akan diikuti dengan kenaikan harga harga yang lain. Suka tidak suka hal ini sudah menjadi keputusan pemerintah kita. Aksi penolakan bagi yang tidak setuju pun terus dilakukan, terutama dikalangan mahasiswa. Dan tidak menutup kemungkinan untuk mereka yang setuju setuju saja dengan alasan yang berbeda beda. So, Bagaimana kita harus menyikapinya? :o

Kawan, disini kita harus haqqul Yakin hanya Allah satu satunya Pemilik, Pmeberi, Yang Melapangkan dan Menyempitkan rizki hambanya, Yang Maha Kaya dan Maha Baik, maka tak perlu risau dengan kenaikan BBM.

Insyaallah semua akan terasa ringan bila keyakinan Allah Pemberi dan Penjamin Rizky Hambanya kian naik juga dan amal soleh kian kita tingkatkan secara sungguh sungguh, karena Allah ta'alah. Teruslah beribadah!!.

Terus, Ada yang bertanya. 
"Bagaimana dengan mereka yang dikategorikan miskin?"

Kategori miskin Indonesia adalah penghasilan kurang dari 12.000/hari (1 Dollar). Nah, jumlah mereka ini ada 30 juta di Indonesia, silakan merujuk data statistik. Orang-orang yang mentok punya penghasilan segitu.

Begini kawan, "Gantungkan rezeki dan hidup kita itu kepada Allah. Bukan pada boss kantor, pemerintah, apalagi harga BBM. Insyallah dengan terus bekerja keras, keran rezeki kita akan cukup. Toh, berkeluh-kesah, marah-marah, apalagi saling menyalahkan sama sekali tida akan menyelesaikan masalah. Semangat!!." Kutipan bang Tere liye.

Dan betapa beruntungnya kita yang selalu bisa menundukkan kepala kita untuk melihat ke bawah, kemudian yakin atas janji Allah. Dan dalam situasi sulit, Sungguh betapa beruntungnya bagi orang-orang yang bisa membantu saudara-saudaranya yang termasuk dalam kategori miskin.

Kawan,
maukah kalian menyisihkan uang jajan kalian Rp. 1000 saja per hari??. Kumpulkan, dan sumbangkan atau salurkan bantuan kalian kepada mereka baik secara langsung maupun melalui instansi atau tepatnya lembaga-lembaga dakwah, dan sebagainya.

Ketika kita kumpul bersama teman-teman. Akan lebih baik jika kita bergerak atau mendahulukan mereka untuk menyisihkan uang jajan mereka untuk mereka yang membutuhkan. Yaa, setiap kumpul saja, seikhlasnya, tak perlu memaksa. 1 bulan, hitung semua uang yang terkumpul, kemudian salurkan kepada yang membutuhkan. Tidak mesti uang, bisa berupa pakaian atau apapun jika itu ada.

Hmm, betapa indahnya hidup ini jika kita terus beridabah secara khusyuk dan baik hanya kepada Allah semata. Dan betapa sempurnanya kita di Dunia ini, jika kita mau berbagi dan saling mengasihi satu sama lain. Kawan yang berkecukupan bersyukur dan tersenyum dengan amal ibadah dan sedekahnya. Dan kawan yang kurang mampu, bisa terus beribadah dan bersyukur akan nikmat Allah, dimana diberikan rizki yang tak terduga, terutama saudara-saudara yang terus tersenyum memberikan sedekahnya. Aamiin

Yaa Allah, jadikanlah kehidupan kami sesuai dengan tuntunan, bimbingan dan keridhaan-Mu. Aamiin.
»»  

Email - Berbagi Pengalaman Untuk Sahabat

Kemarin dapat email dari seorang teman. Isinya berceritakan dia dan pengalamannya tentang beralihnya dia, dari tak mengenakan jilbab, kemudian secara perlahan dan sampai saat ini dia telah berjilbab sesuai tuntunan Agama, yakni berjilbab syar'i.
Sebenarnya itu email teman perempuan saya, dia minta diposting kan. Kali saja ada yang jadi termotivasi untuk menggunakan jilbab syar'i. Berikut tulisannya secara singkat dan sederhana. *lagi males ngedit :3


Sedikit berbagi pengalaman pada kalian sahabat ku yang sama-sama berjuang di jalan Allah.

.
Berawal dari pertama kali masuk SMA, niat saya sudah mantap untuk memakai jilbab, tapi waktu itu ada alasan yang lain mengapa saya mengenakan jilbab, yang jelas pada waktu itu bukan karena untuk menutup aurat (karena waktu itu belum paham terhadap aurat). Pada awal-awal itu jujur saya takut untuk mengenakan jilbab, karena takut panas/ dibilang sok alim.

Seiring berjalannya waktu selama 2 tahun di SMA jilbab masih memakai jilbab, waktu kelas XI semester 2 pada waktu itu saya ikut agenda Rohis yang di adakan oleh oranisasi di OI, karena di sekolah belum ada rohis, jd itu hanya ikut-ikutan agendanya selama 3 hari.

Selama 3 hari itu pula saya melihat mbk2 yang jilbab lebar dan panjang luar biasa menurut saya.hhe...
Dari situlah ada keinginan untuk merubah diri seperti mereka dengan jilbab yang syar'i.

Tapi sejenak keinginan ku itu goyah, karena mengingat saya bukanlah anak pesantren, ataupun anak Rohis, (karena wktu itu belum ada rohis di sekolah), kalau saya mengenakan jilbab lebar seperti mereka sudah di pastikan ada yang mencela, dan ternyata benar, pertama kali saya mengenakan jilbab itu, saya di bilang inilah itulah.

Selama beberapa hari saya tidak memakai jilbab itu.
Selama itu juga saya mnta saran dengan mbk yg saya kenal, dan alhamdulillah beliau menyambut baik keinginan saya untuk memakai jilbab syar'i. Dari saran beliaulah saya kembali mengenakan jilbab itu lagi. Sampai pada akhirnya 2 minggu sebelum kelulusan saya baru gabung dengan Rohis, tapi bukan rohis disekolah, melainkan rohis dari sma Lain dan dari gabung dengan rohis itulah yang memantapkan saya untuk tetap memakai jilbab tersebut.

Sahabat ku...
Memang tidak gampang untuk memakai jlbb seperti yang saya sebutkan, tapi setidaknya kalau kita punya niat insyaAllah di permudahkan.

Dan saya juga tidak serta merta seperti sekarang, dulu juga pernah mengalami masa jahiliyah.hhe.
Smga bermanfaat pengalaman saya ini ;)


Sekian dulu kawan, semoga bermanfaat

»»  

Galauwers

Siapa Mahasiswa Galau??